jump to navigation

Misteri Lailatul Qadar 27 September 2007

Posted by adhiwirawan in Uncategorized.
trackback

Oleh Ir. H. BAMBANG PRANGGONO, M.B.A.
Penulis, mubalig, salah seorang pendiri organisasi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).

“Malam Qadar lebih baik dari seribu bulan.” (Alquran surat Al Qadr ayat 3)

SYAHDAN para sahabat Nabi Muhammad saw. kagum mendengar kisah pemuda Bani Israil yang taat. Dia beribadah di malam hari dan berjihad di siang hari terus-menerus selama 80 tahun. Selanjutnya, turunlah surat ini yang memberi peluang umat Islam memperoleh pahala 1.000 bulan dengan ibadah cukup satu malam.

Malam itu dinamakan Lailatul Qadar. Para ulama sepakat bahwa mulianya Lailatul Qadar karena Alquran turun di malam itu. Dalam kitab Mazahirul Haq tertulis bahwa di malam itu malaikat diciptakan dan pohon-pohon surga ditanam. Dalam kitab Ad-Durrul Mantsur tertulis bahwa di malam itu Nabi Isa a.s. diangkat kelangit.

Sayyid Qutub dalam tafsir Fi Dzilalil Quran menyatakan, malam Lailatul Qadar bermandikan cahaya Allah, cahaya malaikat, dan cahaya roh sampai terbit cahaya fajar. Rasulullah saw. menyuruh kita menghidupkan malam itu,”Barangsiapa bangun untuk ibadah di malam Lailatul Qadar, dengan iman dan harapan, akan diampuni dosa-dosanya yang lampau.”

Masalahnya adalah tanggal berapa Lailatul Qadar? Ada 50 pendapat yang berbeda-beda tentang saat terjadinya Lailatul Qadar. Imam Syafii menyatakan tanggal 21 Ramadan. Ibnu Abbas r.a. mengatakan tanggal 23. Ubay bin Ka’aab r.a. tanggal 27.

Aisyah r.a. berkata bahwa Nabi menyuruh mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 malam terakhir bulan Ramadan. Yakni malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29. Itu kalau bulan Ramadan lamanya 30 hari. Kalau hanya 29 hari, menurut Ibnu Hazm, 10 hari terakhir dimulai tanggal 20, jadi Lailatul Qadar harus dicari sejak malam ke-20, 22, 24, 26, dan 28. Artinya, bisa saja salah satu malam dari tanggal 20 sampai akhir Ramadan, baik ganjil maupun genap.

Imam Malik mengatakan, Lailatul Qadar bergeser dari tahun ke tahun antara 10 malam terakhir itu. Yang aneh ialah pendapat Ibnu Araby bahwa Lailatul Qadar bergeser sepanjang tahun, bukan hanya di bulan Ramadan. Beliau pernah menemui Lailatul Qadar dua kali di bulan Sya’ban, dan dua kali di bulan Ramadan.

Lantas menurut Syah Waliyullah Dehlawi, Lailatul Qadar datang dua kali setahun. Yakni pada tanggal turunnya Alquran pertama kali di bulan Ramadan, dan pada tanggal-tanggal lain sesuai ketika wahyu turun berturut-turut sepanjang tahun.

Jadi, sepanjang tahun kita boleh mencari Lailatul Qadar. Yang paling ekstrem adalah pendapat bahwa Lailatul Qadar hanya terjadi satu kali, yakni waktu turunnya Alquran kepada Nabi Muhammad saw. di gua Hira, dan tidak terulang lagi, maka sia-sia kita menunggunya sekarang!

Alhasil probabilitas terjadinya Lailatul Qadar dalam setahun berkisar antara nol sampai 365 malam. Akan tetapi, nanti dulu, karena bumi itu bulat, ketika misalnya di Kota Mekah ditakdirkan berlangsung malam Lailatul Qadar tanggal 27 Ramadan, Kota New York waktu itu sedang siang hari. Apakah para malaikat turun beterbangan bergeser mengikuti kegelapan ke arah Barat? Atau hanya pada jam-jam tertentu itu saja mereka berada di bumi. Logisnya berkah kemuliaan detik-detik Lailatul Qadar mestinya bisa diperoleh juga oleh mereka yang sedang beribadah di siang hari, di belahan bumi lain.

Maka, Lailatul Qadar sebetulnya bisa terjadi setiap hari sepanjang tahun, baik malam maupun siang. Daripada main tebak-tebakan tanggal untuk beribadah di salah satu malam saja, mungkin lebih baik bila kita beribadah saja terus setiap hari setiap malam sepanjang tahun, insya Allah ada peluang memperoleh kemuliaan Lailatul Qadar. Wallahu a’lam bishshawab.

Oleh Ir. H. BAMBANG PRANGGONO, M.B.A.
Penulis, mubalig, salah seorang pendiri organisasi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).

Komentar»

1. tad - 5 September 2008

Menurut saya Lailatul Qadar merupakan “Rezeki” yg tak terhingga dr Allah s.w.t.

2. rahman - 21 September 2008

bisa difikirkan bahwa sesuatu yang istimewa datang pada saat yang istimewa. Lailatul qodar merupakan keistimewaan umat islam,dan hal yang istimewa tentu tidak diobral setiap saat. untuk itu marilah kita ikuti saja sabda Rosulluloh SAW bahwa lailatul qodar jatuh pada malam ganjil 10 hari yang terakhir di bulan romadhon. wallohu a’lam.

3. van chenz - 12 September 2009

hanya allah yang tau qita mendapatkan malam it ap tiadk
yang penting qta jalan kan saja dengan ikhlas